Mengapa harus Cuci Darah untuk Pasien Gagal Ginjal? Ini Ulasannya

redaksi redaksi

dr Rudy mengatakan transplantasi ginjal hingga saat ini masih menjadi prosedur perawatan gagal ginjal yang terbaik. Pasien bisa berhenti melakukan cuci darah secara total karena ginjal baru yang ditransplantasikan akan menjalankan tugasnya kembali.

“Jika transplantasi ginjal berhasil, pasien bisa berhenti menjalani cuci darah total. Ginjal baru akan mengambil alih fungsi penyaringan darah yang sebelumnya dilakukan oleh prosedur cuci darah,” jelas dr Rudy.

“Namun, penting untuk diingat bahwa pasien harus terus mengonsumsi obat imunosupresan seumur hidup untuk mencegah tubuh mereka menolak ginjal yang baru,” sambungnya.

Selain transplantasi, dalam jumlah kasus yang langka, pasien dapat berhenti menjalani cuci darah apabila fungsi penyebab kerusakan ginjal bisa ditangani. Namun, pemulihan ini juga hanya terjadi pada kasus akut atau gagal ginjal secara tiba-tiba, bukan kronis.

Selain itu, dr Rudy menyebut dalam beberapa penelitian terkini, pengobatan mutakhir seperti sel punca (stem cell) dapat dilakukan untuk meregenerasi jaringan ginjal yang rusak. Namun, belum ada terapi yang terbukti efektif dan tersedia secara luas.

“Selain itu ada diet ketat khusus dan perawatan medis intensif. Beberapa pasien dapat mengurangi frekuensi cuci darah, tapi ini tidak menghentikan kebutuhan cuci darah sepenuhnya,” tandas dr Rudy.[]

Share This Article
Leave a comment